LOGO-BDL

[Medan] Rabu, 24 Juni 2015. Bertempat di Aula Gedung Pendidikan dan Ruang Kelas Balai Diklat Keuangan Medan telah dilaksanakan Ujian Saringan Masuk (USM) D-IV dan D-III Khusus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Tahun 2015. Ujian dilaksanakan selama dua hari yaitu dimulai pada hari Selasa tanggal 23 Juni 2015 dan berakhir pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2015. Pelaksanaan USM diikuti oleh 68 pegawai Kementerian Keuangan yang telah mendaftar secara online dan memenuhi persyaratan, dengan rincian peserta terdiri dari 39 orang mengikuti ujian D-IV dan 29 orang mengikuti ujian D-III Khusus. 

Materi ujian hari pertama adalah Tes Substantif Akademis (TSA) yang dimulai pada pukul 08.00 – 10.30 WIB, sedangkan pada hari kedua materi yang diujikan adalah Tes Potensi Akademis (TPA) dan Tes Bahasa Inggris (TBI) yang dimulai pukul 08.00 – 11.15 WIB. Pelaksanaan USM di BDK Medan berjalan dengan tertib, aman dan lancar, serta tidak dijumpai kendala yang berarti. Para peserta USM D-IV dan D-III Khusus yang berhasil lulus nantinya akan mengikuti Psikotes yang direncanakan dilaksanakan pada bulan Juli. (EDA)

LOGO-FISIKA

Tes Potensi Akademik atau TPA merupakan tes psikologi yang dapat mengungkap apa yang telah dicapai seseorang secara intelektual. Karena mengungkap kualitas intelektual, maka tinggi/rendah-nya nilai TPA sering dihubungkan dengan tinggi/rendah-nya tingkat kecerdasan. TPA sesungguhnya merupakan versi Indonesia dari tes GRE atau Graduate Record Examination. Model, materi, dan bidang yang diuji dalam TPA sebagian besar merujuk kepada GRE.

Guna TPA:

TPA merupakan tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan obyek kata (verbal), angka (numeris) dan gambar (figural). Secara psikologi dipercaya bahwa terdapat batas minimal tingkat kegesitan mental yang harus dimiliki seseorang sehingga ia berpeluang-besar berhasil menangani masalah yang bersifat intelektual. Karena itulah, TPA kerap dipergunakan dalam penyeleksian mahasiswa baru dan penyeleksian karyawan atau pegawai baru, bahkan untuk penyeleksian pimpinan suatu institusi negeri/swasta. TPA digunakan dalam SMNPTN untuk S1 sejak tahun 2009 dan digunakan dalam SNMPTN tertulis untuk S1 sejak tahun 2012. Selain digunakan dalam penyaringan mahasiswa, TPA juga digunakan dalam penyeleksian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di kalangan peserta tes CPNS, TPA kerap disebut psikotest.

Soal TPA:

Tes verbal berfungsi untuk mengukur kegesitan mental seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, tes pengelompokan kata, tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), serta tes logika cerita.

Tes angka berfungsi mengukur kegesitan mental seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.

Tes figural berfungsi mengukur kegesitan mental seseorang berurusan dengan gambar, simbol dan diagram. Tes ini meliputi tes logika diagram.

Tes Akademik Calon Brigadir Polisi Petugas menyiapkan maeri soal pada tes akademik calon Brigadir Polisi yang digelar oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah di Auditorium Universitas Tadulako, Palu, Rabu (7/5). Kepolisian Daerah Sulteng untuk penerimaan Brigadir Polisi tahun 2014 mendapat kuota sebanyak 500 orang termasuk 150 orang diantaranya adalah Polisi Wanita. ANTARA/Basri Marzuki/fz